Dalam Kedinginan Hatiku

Dalam Kedinginan Hatiku


Ada lima orang yang tidak saling kenal berlindung di dalam sebuah goa, sementara di luar hujan deras mengguyur dan halilintar menyambar-nyambar. Rasa dingin menusuk tulang, dan kelima orang itu terlihat menggigil dengan bibir membiru. Untungnya, di dalam goa itu terdapat api unggun yang cukup membantu untuk menghangatkan mereka dari kedinginan.

Seiring berjalan waktu, kayu bakar yang menyalakan api unggun itu mulai habis dan api pun semakin melemah. Setiap orang yang berlindung di dalam goa itu memegang seikat kayu bakar, namun tak seorang pun yang bersedia untuk menggunakan kayu bakarnya demi menyalakan kembali api yang hampir padam. Mereka bertahan pada pendiriannya masing-masing dan tak mau melepaskan miliknya sebelum orang lain melakukannya.

Saat api di ujung goa semakin redup, mereka semakin merasakan dingin dan kegelapan, namun tetap saja tak ada yang mau mengorbankan miliknya untuk menghangatkan diri sendiri maupun orang lain. Akhirnya, api pun padam karena kayu bakar habis. Kedinginan semakin menusuk dan kelima orang itu semakin menggigil dalam kegelapan.

Mereka akhirnya meninggal karena kedinginan di dalam goa itu. Mereka bukan mati karena suhu dingin di luar mereka mati karena kebekuan dalam hati.


 

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Dalam Kedinginan Hatiku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel