Ketika manusia harus saling merawat cinta
Ketika seseorang memutuskan untuk melakukan sesuatu, sebenarnya mereka telah memperkuat diri mereka dengan apa yang disebut cinta. Kegiatan itu dilakukan berdasarkan rasa cinta yang tumbuh di dalam diri mereka. Seorang ayah yang bekerja keras mencari nafkah di bawah terik matahari dan hujan badai, melakukannya karena cintanya pada keluarganya. Begitu pula dengan seorang anak yang gigih menempuh pendidikan, semata-mata untuk masa depan yang lebih baik. Atau seorang sahabat, kakak, adik, atau kerabat yang rela melakukan sesuatu untuk orang lain, keluarga, teman dekat, atau saudara mereka, meskipun terkadang itu membebani mereka, karena mereka tidak ingin mengecewakan orang-orang yang mereka cintai.
Cinta merupakan bagian dari sunnatullah, suatu keniscayaan. Cinta ada dan akan terus ada selama kehidupan ada. Cinta adalah alasan bagi manusia untuk melanjutkan hidup. Cinta membuat manusia bertahan di tengah tantangan kehidupan. Cinta membuat dunia terasa damai dan indah.
Ketika Adam pertama kali diciptakan oleh Allah, hidupnya terasa hampa, meskipun berada dalam kemegahan surga. Namun, ketika Hawa diciptakan, hidupnya menjadi penuh gairah. Hawa adalah cinta bagi Adam. Namun, ada kalanya cinta mengalami dekadensi dan eros, bahkan tumbuh secara liar dan tidak wajar, yang kemudian menimbulkan dampak negatif seperti konflik, pertikaian, atau bahkan perang. Hal ini terjadi karena manusia kadang tidak mampu mengendalikan cinta secara benar, salah menafsirkan cinta atau meletakkan cinta pada tempat yang seharusnya tidak.
Kisah Kabil adalah contoh tragedi yang terjadi karena cinta yang tidak mampu dijalankan dengan benar, sehingga menimbulkan ketidakpuasan, kedengkian, dan bahkan pembunuhan. Begitu juga dengan kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, Dayang Sumbi dan Sangkuriang yang harus berakhir sedih karena tidak mampu mengelola cinta yang ada.
Ketika seseorang mencari kekuatan atau mengejar kekuasaan, yang kemudian disalahgunakan untuk keuntungan pribadi dengan cara korupsi, pada dasarnya itu juga merupakan bentuk cinta. Cinta pada bangsa atau pada diri sendiri untuk memperbaiki nasib. Namun, saat cinta itu tidak dijalankan dengan benar, ia bisa merusak kehidupan orang lain dan membawa dampak buruk.
Cinta adalah hak asasi, namun hak asasi tersebut juga harus sejalan dengan hak asasi orang lain. Oleh karena itu, demi cinta, kita tidak boleh menghalalkan segala cara. Kita harus bijak dalam menyikapi cinta dan mengelola cinta tersebut dengan baik. Kita harus belajar dari tragedi-tragedi yang terjadi akibat cinta yang tidak dimengerti dengan benar. Kita harus menjaga anugerah cinta agar tidak menjadi sesuatu yang negatif dan menimbulkan masalah.

Belum ada Komentar untuk "Ketika manusia harus saling merawat cinta"
Posting Komentar