Suami yang menjalankan kewajibannya secara penuh
Seorang suami teladan adalah sosok yang selalu patuh pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dia senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan istrinya serta menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan kemampuannya. Suami ini selalu terbuka dan jujur dengan istrinya, tidak menyembunyikan rahasia dan selalu berbicara dengan sopan.
Suami yang baik juga harus menjadi pembimbing dan penghibur bagi istrinya, menghargai pendapat serta pandangan yang dimiliki oleh istrinya. Dia harus memperlakukan istrinya sebagai kekasih dan sahabat, memiliki kepercayaan dan keyakinan yang kuat terhadapnya.
Seorang suami yang bijaksana adalah pemimpin dalam rumah tangga, yang memiliki tubuh dan akal yang sempurna untuk memenuhi tanggung jawabnya. Selain itu, dia juga harus memiliki pengetahuan agama yang cukup untuk membimbing keluarganya dalam menjalankan ajaran agama sebagai pedoman hidup. Suami yang teladan juga harus bekerja keras untuk mencari nafkah demi menyokong kehidupan keluarganya.
Keperibadian suami yang menjadi impian bagi seorang istri adalah sosok yang penuh kasih sayang, cinta, gagah, bijaksana, serta mampu memberikan cahaya dalam kehidupan. Suami yang mampu menegakkan kebenaran dan mulia di sisi Allah.
Ciri-ciri suami teladan adalah sosok yang soleh, patuh pada perintah Allah, tidak sanggup melihat istrinya melanggar perintah-Nya, serta bersikap pemaaf dan mampu memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh istrinya.
Dengan demikian, menjadi seorang suami yang memenuhi segala kewajibannya adalah impian setiap istri, dan menjadi sosok yang teladan dalam rumah tangga adalah tugas yang harus dipenuhi dengan penuh tanggung jawab.
Mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya dengan mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mendirikan rumah tangga semata-mata karena Allah SWT. Melayani dan memberikan nasihat terbaik kepada isteri. Menjaga hati dan perasaan isteri dengan baik. Selalu berusaha untuk saling mengerti dan tidak meminta hal-hal diluar kemampuan isteri. Bersikap sabar dan menghindari kekerasan terhadap isteri. Tidak merendahkan isteri di depan orang lain atau memuji wanita lain di depan isteri. Bersikap sabar dan menerima kelemahan isteri dengan lapang dada. Menghindari penuh tuntutan terhadap isteri karena dapat merusak citra dan kinerja suami sebagai kepala keluarga. Memberikan nafkah kepada keluarga sesuai kemampuan. Menyediakan kebutuhan dan tempat tinggal yang nyaman. Bertanggung jawab dalam mendidik akhlak keluarga. Selalu peduli terhadap keselamatan mereka. Memberikan kasih sayang dan berkorban demi kebahagiaan bersama.
Syarat untuk mendirikan rumah tangga Islam agar mendapat ridha Allah SWT termasuklah: memiliki pendidikan Islam, jiwa yang teguh dan damai, menciptakan suasana rumah tangga yang riang dan penuh kegembiraan, menjauhi hal-hal haram dan syubhat, beribadah secara berjemaah, menjaga kebersihan rumah tangga, menghormati agama dan nilai-nilai keislaman, memiliki kesepahaman dalam mengelola rumah tangga, memilih pasangan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam, dan selalu menjaga kebaikan dan kebajikan dalam rumah tangga.
Suami perlu memiliki sentuhan kasih terhadap isteri dengan cara bersikap tegas namun lemah lembut, memberikan pujian, menentukan batas tanggung jawab, menghindari kritikan berlebihan, memperhatikan hal-hal romantis, memahami keinginan isteri untuk selalu bersama, menjaga perasaan aman isteri, memahami perubahan emosi isteri, membangun kerjasama yang baik, dan memenuhi keperluan pribadi isteri sesuai dengan kemampuan.
Kewajiban suami dalam rumah tangga antara lain adalah memenuhi mas kawin isteri, memberi nafkah, menggauli isteri dengan baik, berbincang secara terbuka, menghibur isteri, memaafkan kesalahan isteri, menunjukkan kebaikan dan keindahan di hadapan isteri, membantu dalam urusan rumah tangga, menjaga rahasia isteri, dan melindungi isteri dari segala hal yang dapat membahayakan. Cemburu seharusnya hanya muncul karena agama dan kehormatan, untuk melindungi isteri dari segala bentuk godaan dan gangguan.
Sifat-sifat ini adalah sesuai dengan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing.
Membimbing Isteri
Selain memiliki sifat-sifat yang baik, wanita juga memiliki sifat buruk yang kadang-kadang merupakan sifat asli atau dipengaruhi oleh faktor eksternal. Beberapa di antaranya adalah:
a. Mudah lupa dalam mengingat Allah. Kesibukan dengan harta kekayaan dan anak-anak kadang-kala membuat wanita lengah akan perintah Allah. Kelalaian ini akan memberi peluang kepada hawa nafsu menguasainya.
b. Mudah terpengaruh oleh tipu daya dunia. Kemilau dunia sering membuat wanita terpedaya.
c. Sering bersikap bangga dan bermegah-megah kepada orang lain.
Dengan memahami sifat isteri, suami dapat membimbing dan menasihati isteri. Suami juga seharusnya tahu bagaimana cara memperbaiki isteri. Kesalahan cara akan mengakibatkan pertengkaran.
Pertengkaran dalam rumah tangga dapat dikurangi jika pasangan mengamalkan perilaku yang baik seperti:
1. Jangan marah bersamaan pada saat yang sama.
2. Hindari berbicara dengan suara yang keras satu sama lain.
3. Biarkan salah satu menang jika ada konflik.
4. Berikan kritik dengan penuh kasih sayang.
5. Jangan mengungkit kesalahan masa lalu.
6. Prioritaskan pasangan daripada orang lain.
7. Jangan tidur jika ada perselisihan yang belum diselesaikan.
8. Ucapkan kata-kata manis atau pujian pada pasangan setidaknya sekali sehari.
9. Akui kesalahan dan minta maaf jika bersalah.
10. Ingatlah bahwa perselisihan terjadi karena dua orang dan biasanya orang yang bersalah lebih banyak berbicara.
Membimbing Anak
Seorang suami yang bertanggung jawab adalah suami yang tidak mengabaikan tanggung jawabnya, antara lain:
a. Memberikan nama yang baik bagi anak.
b. Memberi nafkah.
c. Bertanggung jawab atas pendidikan anak dan hal-hal lainnya.

Belum ada Komentar untuk "Suami yang menjalankan kewajibannya secara penuh"
Posting Komentar